Connect with us

UPTD BPTPHP DINAS PERTANIAN PROVINSI BANTEN KENDALIKAN ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN

Advetorial

UPTD BPTPHP DINAS PERTANIAN PROVINSI BANTEN KENDALIKAN ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN

Banten, Nodeal.id

UPTD Benih dan Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (BPTPHP) berperan melaksanakan kegiatan teknis operasional Dinas Pertanian di bidang perbenihan dan perlindungan tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan, Sebagai upaya mendukung target swasembada pangan di di Provinsi Banten, telah menyiapkan serangkaian langkah strategis yang komprehensif.

Fokus utama diarahkan pada penguatan sistem perlindungan tanaman melalui Modernisasi teknologi, Pemantauan dan peramalan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), Mengembangkan sistem peringatan dini serangan OPT yang terintegrasi dari tingkat lapangan hingga pusat, yang didukung dengan peningkatan kapasitas laboratorium pengujian.

pengamanan produksi pertanian, khususnya pada komoditas tanaman pangan padi dan jagung, salah satunya melalui pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan penanganan banjir dan kekeringan sebagai Dampak Perubahan Iklim (DPI).

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, rekapitulasi sementara luas sawah terkena banjir di provinsi ini, yakni di Kabupaten Pandeglang tersebar di sejumlah kecamatan di antaranya Kecamatan Munjul 102 hektare, Pagelaran 210 hektare, Patia 43 hektare, Panimbang 192 hektare, Cikeusik 30 hektare, dan Sobang 254 hektare.

“Tanaman yang terkena banjir rata-rata umurnya 60 sampai 105 hari setelah tanam (HST). Total sawah terkena banjir di Pandeglang 831 hektar,” kata Agus di Serang, belum lama ini.

Selain di Lebak dan Pandeglang, kata Agus, banjir juga merendam sawah di Kecamatan Cikeusal Kabupaten Serang seluas 323 hektare dengan umur tanaman rata-rata 70 hari sampai menjelang panen.

“Di Kabupaten Tangerang juga ada, tepatnya di Kecamatan Kronjo seluas 68 hektar,” katanya.

Pihaknya masih terus melakukan pemantauan dan pendataan sawah-sawah yang berpotensi terjadinya gagal panen atau puso. Namum demikian, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Banten akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian kabupaten/kota untuk mengantisipasi agar tidak terjadi gagal panen.

“Kami masih menghitung berapa luas yang berpotensi puso,” katanya.

Sektor pertanian sangat rentan terhadap perubahan iklim, sehingga menjadi korban (victim) dari perubahan iklim. Oleh karena itu Adaptasi terhadap perubahan iklim merupakan prioritas bagi sektor pertanian dan merupakan salah satu sumber emisi gas rumah kaca (GRK), karena itu ada peluang bagi sektor pertanian untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) melalui Mitigasi selama tidak menurunkan produksi pertanian.

UPTD BPTPHP Dinas Pertanian Provinsi Banten melaksanakan pengawalan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) melalui Kegiatan Penanganan dan Penanggulangan Bencana Pertanian Provinsi sumber Dana APBD TA. 2025.

Pembelajaran Prinsip PHT melalui budidaya tanaman sehat, pengamatan rutin, pelestarian musuh alami dan petani menjadi ahli PHT dapat tersampaikan dengan baik kepada peserta PPHT Demfarm Padi. Diharapkan petani mampu dan bisa menerapkan Prinsip PHT dalam implementasi budidaya padi dalam rangka pengemanan tanaman padi untuk peningkatan produksi padi, khususnya di wilayah Provinsi Banten. (Adv)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Advetorial

To Top