Serang, Nodeal.id

— Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten menyatakan terus melakukan evaluasi terhadap kualitas pelayanan kesehatan melalui Survei Kepuasan Masyarakat (SKM).

Namun, data SKM semester pertama 2026 menunjukkan adanya fluktuasi cukup tajam dari bulan ke bulan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena tingkat kepuasan masyarakat tidak menunjukkan pola yang sepenuhnya konsisten.

Direktur RSUD Banten, Danang Hamsah Nugroho, menyampaikan pada Nodeal.id (28/8). bahwa SKM merupakan salah satu indikator untuk mengetahui bagaimana masyarakat menilai pelayanan yang diberikan rumah sakit.

Berdasarkan data Januari hingga Juni 2026, nilai SKM RSUD Banten tercatat 86,7 pada Januari, kemudian sedikit turun menjadi 86,6 pada Februari.

Pada Maret, angka tersebut meningkat menjadi 89,0, atau naik 2,4 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

Akan tetapi, memasuki April terjadi penurunan cukup signifikan. Nilai SKM turun menjadi 84,5, atau merosot 4,5 poin dibandingkan Maret.

Kemudian pada Mei, terjadi lonjakan tajam dengan nilai SKM mencapai 96,4. Angka tersebut menjadi nilai tertinggi selama periode Januari-Juni 2026.

Namun, capaian tersebut kembali mengalami perubahan drastis pada Juni. Nilai SKM turun menjadi 85,43, atau anjlok sekitar 10,97 poin dibandingkan Mei.

Secara sederhana, rata-rata nilai SKM selama enam bulan pertama 2026 berada di kisaran 88,11.

Danang mengatakan, capaian rata-rata tersebut memang menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat yang secara umum tergolong baik hingga sangat baik.

Namun, menurutnya, rata-rata tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran dalam menilai kualitas pelayanan.

“Meski begitu, angka rata-rata tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran. Fluktuasi nilai bulanan memperlihatkan bahwa masih terdapat pekerjaan rumah untuk menjaga agar kualitas pelayanan tetap stabil,” ujar Danang.

Fluktuasi tersebut menarik untuk dicermati karena terdapat selisih hampir 11 poin hanya dalam kurun waktu satu bulan, dari 96,4 pada Mei menjadi 85,43 pada Juni.

Dari jumlah responden setiap bulan, unsur pelayanan yang dinilai, metode pengambilan responden, jumlah pengaduan, hingga tindak lanjut terhadap keluhan masyarakat.

Dengan demikian, angka 96,4 pada Mei maupun 85,43 pada Juni tidak hanya berhenti sebagai statistik, tetapi dapat dijelaskan secara objektif mengenai penyebab perubahan dan langkah perbaikannya.

Terlebih RSUD Banten merupakan fasilitas pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, ukuran keberhasilan pelayanan idealnya bukan hanya tingginya nilai survei, tetapi juga konsistensi mutu pelayanan dan keselamatan pasien dari waktu ke waktu.(ADV)