Serang, Nodeal.id

– Pemerintah Kabupaten Serang dan Pemerintah Kabupaten Situbondo memperkuat sinergi dalam mempromosikan potensi daerah melalui Festival Anyer–Panarukan. Kolaborasi lintas daerah ini diarahkan untuk memperluas pemasaran sektor pariwisata, produk UMKM, kesenian, hingga kebudayaan melalui pemanfaatan berbagai platform komunikasi dan digital.

Kerja sama tersebut diperkuat oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Serang bersama Diskominfo Kabupaten Situbondo melalui perjanjian kolaborasi publikasi.

Di bawah kepemimpinan Kepala Diskominfo Kabupaten Serang Surtaman didampingi Sekretaris Febrian Ripera, kerja sama ini menjadi bagian dari upaya menindaklanjuti arahan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Wakil Bupati Muhammad Najib Hamas dalam memperluas promosi potensi daerah.

Kepala Diskominfo Kabupaten Serang Surtaman mengatakan, kedua instansi akan mengoptimalkan berbagai saluran informasi, mulai dari media massa, media daring hingga media sosial pemerintah daerah.

“Insyaallah, kita akan menyusun konten-konten dan informasi berkaitan dengan Festival Anyer–Panarukan ini,” kata Surtaman, Jumat (23/10/2026).

Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya berorientasi pada publikasi festival, tetapi juga membuka ruang promosi silang bagi produk unggulan masing-masing daerah.

Melalui skema tersebut, kanal media sosial Pemkab Serang akan ikut memperkenalkan produk UMKM, destinasi wisata, serta kebudayaan Situbondo. Sebaliknya, kanal informasi Pemkab Situbondo akan mempromosikan berbagai potensi unggulan Kabupaten Serang.

“Jadi, nanti media sosial milik Pemkab Serang akan menampilkan produk-produk UMKM dan pariwisata Kabupaten Situbondo. Kemudian, media sosial milik Pemkab Situbondo menampilkan produk UMKM dan pariwisata Kabupaten Serang,” jelasnya.

Gagas Anyer–Panarukan Pedia

Tak berhenti pada publikasi media, Diskominfo Kabupaten Serang juga menjajaki pengembangan platform digital yang dapat menjadi pusat informasi dan promosi potensi kedua daerah.

Salah satu gagasan yang muncul adalah aplikasi Anyer–Panarukan Pedia. Platform ini dirancang sebagai peluang pengembangan layanan digital yang dapat menghubungkan wisatawan dengan produk UMKM, destinasi wisata, hingga fasilitas penginapan.

“Kalau diperlukan, kita buat aplikasi, misalnya Anyer–Panarukan Pedia. Di aplikasi itu bisa membeli produk UMKM dan juga memesan hotel,” ungkap Surtaman.

Selain itu, kedua Diskominfo berencana membuat video kolaborasi yang mengangkat sejarah Jalan Anyer–Panarukan. Produksi konten tersebut akan dilakukan melalui pengambilan gambar dari dua wilayah, yakni dimulai dari Titik Nol Anyer di Kabupaten Serang dan kawasan Panarukan di Kabupaten Situbondo.

Konsep tersebut diharapkan menghasilkan cerita visual yang menggambarkan keterhubungan sejarah kedua daerah sekaligus memperkenalkan potensi wisata dan kebudayaannya.

“Nanti kita lihat bertemunya di mana sehingga terbentuk cerita sejarah bersama,” ujarnya.

Surtaman menegaskan, Festival Anyer–Panarukan harus menjadi momentum membangun kerja sama berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial untuk mengenang sejarah.

Karena itu, sosialisasi dan publikasi festival akan terus diperkuat, terutama menjelang akhir 2026 hingga awal 2027.

“Sosialisasi dan pemberitaannya akan lebih dimasifkan dan digaungkan pada akhir tahun atau awal 2027 mendatang,” katanya.

Festival yang digagas Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah bersama Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas perdagangan.

Surtaman mencontohkan, meningkatnya kunjungan wisatawan ke Situbondo diharapkan turut memberikan efek positif terhadap sektor pariwisata Kabupaten Serang. Begitu pula sebaliknya, sehingga pelaku UMKM, pengelola destinasi wisata, dan sektor perhotelan di kedua daerah dapat merasakan manfaatnya.(Adv)