Bogor, Nodeal.id

– Warga di Desa Sukaharja dikejutkan dengan berdirinya sebuah tower telekomunikasi di area permukiman yang sebelumnya disebut akan diadakan proyek perbaikan jalan.

Pembangunan tersebut memicu protes warga karena merasa telah ditipu oleh oknum Ketua Rukun Warga (RW) setempat.

Menurut sejumlah warga, awalnya oknum RW tersebut menginformasikan bahwa akan adanya pembangunan jalan untuk kepentingan umum.

Informasi itu membuat warga tidak menaruh curiga ketika aktivitas mereka mendatangi rumah warga untuk meminta KTP dengan dalih untuk pengajuan pembangunan jalan beberapa waktu lalu.

Namun, beberapa minggu kemudian warga mulai curiga setelah alat alat dan material konstruksi yang datang tidak menunjukkan tanda-tanda pembangunan jalan.

Kecurigaan itu terbukti ketika struktur tower telekomunikasi mulai berdiri di lokasi tersebut.

“Saat sosialisasi awal, kami diberitahu ini untuk perbaikan jalan. Tapi ternyata sekarang berdiri tower. Warga merasa dibohongi,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Sejumlah warga mengaku tidak pernah menandatangani persetujuan pembangunan tower. Mereka juga mempertanyakan transparansi proses perizinan serta dugaan adanya kesepakatan sepihak antara oknum RW dengan pihak pengembang.

Warga kemudian mengadakan pertemuan untuk membahas langkah yang akan diambil, termasuk kemungkinan melaporkan kasus tersebut kepada pemerintah desa maupun kelurahan dan pihak berwenang.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, oknum RW yang disebut-sebut terlibat belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan tersebut.

Warga berharap pemerintah desa dan pihak terkait segera turun tangan untuk mengklarifikasi izin pembangunan tower tersebut serta menindaklanjuti dugaan penipuan yang merugikan masyarakat desa sukaharja. ( Tim )