Bogor, Nodeal.id
Siswa kelas XIII SMK-SMAK Bogor menunjukkan kreativitas dan penerapan ilmu yang telah dipelajari melalui Seminar Praktik Kimia Terpadu (PKT-2) yang diselenggarakan pada 8–9 Oktober 2026. Bertempat di Gedung Kelas A SMK-SMAK Bogor, kegiatan ini diikuti oleh 81 kelompok siswa yang mempresentasikan produk hasil karya mereka dalam enam kategori, yaitu makanan, minuman, farmasi, lingkungan, manufaktur, dan kosmetik.
Seminar PKT-2 menjadi wadah bagi siswa untuk merealisasikan ide kreatif melalui pengembangan produk. Prosesnya dimulai dari perumusan gagasan, dilanjutkan dengan proses produksi hingga menghasilkan produk jadi. Seluruh tahapan dan hasil yang diperoleh selama proses pembuatan kemudian didokumentasikan dalam bentuk jurnal mini sebagai bahan pendukung presentasi.
Beragam inovasi dikembangkan oleh siswa, mulai dari pemanfaatan bahan alami hingga pengolahan limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna. Beberapa contoh di antaranya adalah permen jelly dari sari bayam merah sebagai sumber zat besi dengan perisa stroberi, sari nabati hijau dengan biji labu kuning dan tambahan jelly rumput laut, serta teh tubruk herbal dari rambut jagung sebagai antioksidan alami.
Inovasi lainnya ditunjukkan melalui pembuatan spray pembersih kaca anti-fog (anti kabut) berbasis eco-enzyme dari limbah kulit nanas. Pada kategori manufaktur, siswa mengembangkan cat alkyd dengan penambahan pigmen kulit buah delima dengan PET sebagai bahan substitusi binder alkyd.
Sementara itu, pada kategori kosmetik, terdapat contoh pengembangan gel perawatan bekas luka (scar treatment gel) berbahan dasar kolagen sisik ikan nila dengan penambahan ekstrak bunga chamomile yang ditujukan untuk memberikan efek anti inflamasi.
Selama dua hari pelaksanaan, setiap kelompok memaparkan hasil produknya di hadapan kelompok siswa lainnya dan guru yang bertindak sebagai juri. Selain menjelaskan proses pembuatan dan hasil produk, siswa juga mengikuti sesi tanya jawab untuk mempertanggungjawabkan gagasan, metode, serta hasil yang diperoleh selama proses pengembangan.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam mengembangkan produk, tetapi juga dilatih untuk membangun keberanian dalam menyampaikan pendapat, menyusun argumentasi, serta menerapkan pola pikir ilmiah. Diskusi dan sesi tanya jawab turut memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperdalam pemahaman terhadap produk yang dikembangkan sekaligus menerima masukan dari peserta kelompok lainnya dan guru.
Setelah seluruh rangkaian presentasi selesai, produk hasil PKT-2 dipajang di Perpustakaan Khazanah Analitika dan Unit Pelayanan Publik (UPP) SMK-SMAK Bogor. Pemajangan ini menjadi bentuk dokumentasi hasil karya siswa sekaligus sarana untuk memperkenalkan inovasi yang telah dikembangkan kepada warga sekolah dan pengunjung.
Melalui Seminar PKT-2, SMK-SMAK Bogor mendorong siswa untuk mengembangkan kreativitas, menerapkan pengetahuan secara nyata, serta meningkatkan kemampuan komunikasi dan berpikir ilmiah. Hasil karya yang dipamerkan diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi angkatan berikutnya untuk terus menghasilkan ide dan inovasi baru.(ADV)
