Serang, Nodeal.id

Tim investigasi Nodeal.id diterima secara resmi dan didampingi langsung oleh Ketua Yayasan saat melakukan peninjauan ke lokasi proyek revitalisasi SMP Insan Madani Kota Serang.

Setelah pemeriksaan di lapangan selesai, tim media juga bertemu dengan pihak pelaksana pekerjaan yang memberikan penjelasan terkait pelaksanaan proyek tersebut.

Pihak pelaksana menyampaikan bahwa seluruh kegiatan pembangunan yang sedang berjalan di SMP Insan Madani telah dikerjakan mengikuti petunjuk teknis dan dokumen spesifikasi yang telah ditetapkan sejak awal.

“Pelaksanaan pekerjaan proyek ini sudah sesuai dengan petunjuk teknis yang ada,” ujar perwakilan pelaksana di hadapan tim media.

Namun, di luar penjelasan tersebut, temuan di lapangan mengemukakan hal-hal yang justru semakin memperkuat dugaan penyimpangan.

Selain dugaan penggunaan besi tulangan berukuran di bawah standar, rangka atap baja ringan yang belum terlihat memiliki tanda sertifikasi Standar Nasional Indonesia, serta para pekerja yang terlihat tidak menggunakan perlengkapan keselamatan kerja — ditemukan pula fakta bahwa Konsultan Pengawas hampir tidak pernah berada di lokasi proyek.

Bahkan menurut pengakuan Ketua Yayasan sendiri, Konsultan Pengawas baru hadir ke lokasi terkadang setiap tiga hari sekali dan hanya jika dihubungi terlebih dahulu.

Padahal tugas pokok Konsultan Pengawas adalah memantau pelaksanaan pekerjaan setiap hari, memeriksa kualitas bahan yang dipasang, memastikan ukuran dan spesifikasi sesuai kontrak, serta mengawasi keselamatan kerja.

Kondisi ini berpotensi sangat merugikan keuangan negara. Harga bahan bangunan yang terpasang — diduga tidak bersertifikat SNI dan berkualitas di bawah standar — kemungkinan besar jauh lebih murah dibandingkan harga bahan yang seharusnya digunakan sesuai dokumen kontrak.

Selisih harga tersebut diduga dapat menjadi keuntungan yang tidak sah karena tidak diawasi dengan ketat.

Lebih dari itu, keberadaan Konsultan Pengawas yang wajib mengisi buku harian proyek setiap hari kini dipertanyakan keabsahannya.

Buku harian proyek adalah dokumen resmi yang wajib diisi setiap hari berisi jenis pekerjaan yang dilakukan, jumlah tenaga kerja, jenis dan jumlah bahan yang digunakan, serta kemajuan fisik pekerjaan.

Jika Konsultan Pengawas tidak hadir namun tetap mengisi dan menandatangani buku harian seolah-olah berada di lokasi setiap hari, maka hal itu berpotensi sebagai pembuatan surat keterangan palsu yang dapat dipidana.

Konsultan Pengawas yang sudah ditetapkan untuk mengawasi jalannya proyek revitalisasi SMP Insan Madani ini diduga tidak melaksanakan tugas dengan benar, namun berpotensi tetap menerima bayaran honor harian seolah-olah bekerja penuh setiap hari.

Nodeal.id menilai hal ini sangat serius. Jika Konsultan Pengawas tidak hadir namun tetap dibayar, maka negara membayar jasa pengawasan yang tidak diterima. Jika buku harian diisi tanpa kehadiran, maka dokumen resmi negara dibuat tidak sesuai kenyataan.

Mengingat proyek ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, maka Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Banten (BPMP Banten) selaku perpanjangan tangan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi diminta segera memeriksa keberadaan dan keaslian buku harian proyek, catatan kehadiran Konsultan Pengawas, serta perbandingan spesifikasi bahan yang terpasang dengan yang tertulis dalam kontrak.

Keselamatan siswa dan keuangan negara tidak boleh dikorbankan karena pengawasan yang absen.(Tim)