Serang, Nodeal.id

— Kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang ruas jalan provinsi Kasemen – Pontang memprihatinkan. Banyak fasilitas PJU yang ditemukan dalam keadaan rusak, mati total, hingga terindikasi adanya kerusakan fisik seperti kabel jaringan terputus dan hilangnya komponen inti panel surya.


Berdasarkan hasil investigasi lapangan Aliansi Masyarakat Peduli Transparansi Banten (LSM AMPERA Banten), ditemukan sejumlah titik PJU berbasis tenaga surya yang box baterai penyimpanan listriknya hilang. Selain itu, ditemukan pula lampu PJU panel surya yang justru dimodifikasi secara sepihak menggunakan kabel listrik konvensional.


Ketua LSM AMPERA Banten, Badru Tamami, menyoroti tajam kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten terkait tata kelola dan realisasi anggaran pemeliharaan fasilitas umum tersebut.


“Kondisi di lapangan sangat janggal. Ada box baterai PJU tenaga surya yang lenyap, kabel terputus, hingga PJU solar cell yang malah ditarik kabel listrik biasa.

Kami mempertanyakan kemana alokasi anggaran pembangunan dan pemeliharaan PJU pada Dishub Provinsi Banten selama ini? Padahal saban tahun nilainya tidak sedikit,” tegas Badru Tamami.


Badru menambahkan bahwa pembiaran atas PJU yang padam ini berpotensi tinggi memicu angka kecelakaan lalu lintas serta merangsang tindak kriminalitas pada malam hari.


Keluhaan senada disampaikan oleh salah seorang warga Pontang yang enggan disebutkan namanya. Ia mengeluhkan kondisi jalan yang kerap gelap gulita saat malam tiba.
“Kalau malam jalanan benar-benar gelap karena lampunya pada mati.

Kondisi begini sangat membahayakan pengendara, terutama roda dua. Kami merasa waswas setiap kali melintas,” ujar warga tersebut.


Menanggapi permasalahan ini, LSM AMPERA Banten menyampaikan dua tuntutan utama kepada Dinas Perhubungan Provinsi Banten:

  1. Inspeksi Lapangan Wajib Malam Hari: Mendesak Dishub Provinsi Banten untuk segera meluncurkan tim inspeksi ke sepanjang ruas jalan Kasemen – Pontang pada malam hari, bukan siang hari, agar melihat secara langsung fakta PJU yang tidak berfungsi.
  2. Transparansi Anggaran: Menuntut transparansi publik atas pengelolaan anggaran pembangunan dan pemeliharaan PJU Provinsi Banten, serta meminta kejelasan atas dugaan hilangnya aset/komponen PJU di lapangan.
    LSM AMPERA Banten menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga Dishub Provinsi Banten mengambil langkah nyata perbaikan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan.
    ( A. KUNCIR)