Serang, Nodeal.id

Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang berkomitmen memperkuat pembinaan atlet olahraga tradisional sejak usia dini. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencetak atlet berprestasi sekaligus menjaga kelestarian olahraga tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Disporapar Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya, saat mendampingi kontingen Kabupaten Serang dalam ajang Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Daerah (POTRADDA) III Banten 2026.

Kejuaraan yang diselenggarakan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten itu berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (29–30 Oktober 2026), di Lapangan Green Hotel, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon.

Anas menegaskan bahwa pembinaan atlet tidak boleh hanya dilakukan menjelang pertandingan. Menurutnya, prestasi olahraga membutuhkan proses panjang, latihan berkelanjutan, serta dukungan berbagai pihak.

“Tentunya dari pertandingan ini kita bisa melihat bahwa pembinaan perlu kita lakukan. Karena pembinaan itu sangat penting bagaimana nanti atlet-atlet dapat berjuang dan berprestasi,” ujar Anas.

Ia menilai pembinaan sejak dini menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas atlet yang mampu bersaing di tingkat daerah maupun jenjang kompetisi lebih tinggi.

“Karena itu mungkin tidak ada prestasi yang instan, perlu ada pembinaan jangka panjang,” tegasnya.

Pembinaan Atlet Masih Perlu Ditingkatkan

Di balik semangat meningkatkan prestasi, Anas mengakui bahwa pembinaan olahraga tradisional di Kabupaten Serang masih memerlukan perhatian lebih serius.

Salah satu aspek yang diharapkan dapat diperkuat adalah dukungan anggaran pembinaan agar para atlet memperoleh kesempatan berlatih secara terarah dan berkesinambungan.

Karena itu, pihaknya berharap adanya dukungan seluruh pemangku kepentingan, khususnya anggota DPRD Kabupaten Serang, dalam mendorong penguatan program pembinaan olahraga tradisional.

“Selama ini mungkin kita masih kurang pembinaannya. Ya mudah-mudahan ke depan tahun-tahun depan kita bisa mendapatkan dana pembinaan untuk melatih atlet-atlet biar bertandingnya lebih berprestasi lagi ke depan,” ungkap Anas.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pengembangan olahraga tradisional tidak cukup hanya mengandalkan penyelenggaraan kompetisi tahunan, tetapi juga membutuhkan program pembinaan yang konsisten.

Dengan pembinaan yang lebih terstruktur, potensi atlet daerah diharapkan dapat berkembang sekaligus meningkatkan daya saing Kabupaten Serang dalam berbagai kejuaraan olahraga tradisional.

POTRADDA Jadi Sarana Pelestarian Budaya

Sementara itu, Ketua Panitia POTRADDA III Banten 2026, Imam Santoso, menjelaskan bahwa penyelenggaraan kejuaraan tersebut bukan semata-mata mengejar kemenangan.

Lebih dari itu, POTRADDA menjadi wadah pelestarian dan pengembangan olahraga tradisional yang merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Menurut Imam, kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga sekaligus memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda.

“Tujuannya untuk menumbuhkan semangat sportivitas, mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, serta mengenalkan dan mewariskan nilai-nilai olahraga tradisional kepada generasi muda, khususnya di Provinsi Banten,” jelasnya.

POTRADDA III Banten 2026 diikuti sebanyak 288 atlet dan 8 ofisial yang berasal dari delapan kabupaten dan kota se-Provinsi Banten.

Sebanyak lima jenis olahraga tradisional dipertandingkan, yakni hadang putra dan putri yang diikuti 112 atlet, sumpitan beregu dengan komposisi dua putra dan satu putri sebanyak 24 atlet, serta gasing yang diikuti 8 atlet.

Selain itu, terdapat pertandingan terompah panjang putra dan putri dengan 80 atlet serta egrang putra dan putri yang melibatkan 64 atlet.

Imam berharap kompetisi tersebut mampu membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap olahraga tradisional yang memiliki nilai kebersamaan, ketangkasan, dan sportivitas.

“POTRADDA diharapkan dapat memperkuat kecintaan masyarakat terhadap olahraga tradisional, meningkatkan semangat kompetisi yang sehat, serta mempererat hubungan dan kebersamaan antar peserta dari berbagai daerah di Provinsi Banten,” tuturnya.

Dorong Sinergi Pembinaan Olahraga Daerah

Penyelenggaraan POTRADDA III Banten 2026 juga menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah daerah dalam mengembangkan olahraga tradisional.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah diharapkan tidak hanya berfokus pada pencapaian medali, tetapi juga memberikan perhatian terhadap keberlanjutan pembinaan atlet.

Bagi Kabupaten Serang, ajang tersebut menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kemampuan atlet sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pembinaan guna menghadapi kompetisi berikutnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, jajaran Dispora Provinsi Banten, serta para kepala Disporapar dari delapan kabupaten dan kota.

Hadir pula Staf Ahli Bupati Serang Encup Suplikah dan Rachmat Maulana, Asisten Daerah I Kabupaten Serang Syamsudin, Asisten Daerah II Febriyanto, Asisten Daerah III Ida Nuraida, Kepala Bakesbangpol Haryadi, Kepala Dinas Kesehatan dr. Efrizal, serta Kepala Bidang KIP Diskominfo Kabupaten Serang Ahmad Jajuli.(Adv)