Toba, Nodeal,Id
Forum Masyarakat Berjuang yang terdiri dari berbagai perwakilan ll Masyarakat Kabupaten Toba, Taput, Tapsel, Humbang Hasundutan, Samosir serta Simalungun yang menyampaikan pernyataan sikap terkait dari dampak Pencabutan Izin PPH PT. TPL.
Kegiatan digelar di Kantor Sekertariat FMB di Siruar Kecamatan Parmaksian Kabupaten Toba, Forum Masyarakat berjuang membuat Konfirmasi Pers dengan Media, kegiatan ini adalah membahas secara menyeluruh terkait dengan aksi Damai Bertajuk ” Jeritan Rakyat Mencari Keadilan untuk Pekerja dan Pelaku Usaha.”, termasuk pemaparan data kegiatan Aksi, Mobilitas Massa, serta Langkah dan Tujuan yang akan di Tempuh oleh Forum Masyarakat berjuang pada jumat (24/04/26).
Pada acara Konferensi Pers tersebut hadir, Erwin Sitorus sebagai Ketua FMB, Ternama Sitorus sebagai Sekretaris, Parlin Marpaung sebagai Bendahara, Maju Butar-Butar sebagai Pembina Forum dan Paul Manurung Wakil Ketua.
Forum Masyarakat Berjuang menilai pencabutan Izin Operasional PT. TPL sangatlah berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama bagi pekerja serta pelaku usaha yang tergantung pada aktifitas perusahaan.
Akibat dari kebijaksanaan ini, Masyarakat sangat menjerit, banyak yang kehilangan pekerjaan bahkan profesi yang mengakibatkan anak-anak mereka putus Sekolah dan banyak lagi ujar Erwin Sitorus tegas.

Pada kesempatan lain, Bapak Pembina FMB, Maju Butar-butar, menyoroti dampak ekonomi, seperti Transportasi kayu, usaha rumah Makan, para pedagang kecil, perbengkelan dan pelaku usaha lainnya mengalami penurunan yang sangat drastis sekali, yang sebelumnya para sopir-sopir truk beroperasi atau bekerja tiap harinya namun saat ini mereka berhenti total
Tanpa menerima Upah dan Pesangon, dampaknya sangat terasa ke seluruh sektor termasuk Pendapatan Daerah (PAD) ucap Maju menjelaskan.
Ternama Sitorus selaku Sekertaris Forum Masyarakat Berjuang (FMB), menyampaikan Pesan kepada seluruh masyarakat bahwa Aksi Demo tersebut Mengusung “Tema”: Jeritan Rakyat keadilan Untuk Pekerja dan Pelaku Usaha.
Ditambahkan Ternama Sitorus bahwa Aksi ini merupakan akumulasi dari keresahan masyarakat akibat kehilangan mata pencarian serta ketidakpastian Ekonomi, ucap nya kepada rekan Media. (JM)

