Serang, Nodeal.id
– Proyek rekonstruksi jalan DPUPR Kota Serang di ruas Jalan Taman Ganteran senilai 2,3 miliar, menjadi sorotan publik. Pasalnya aroma kebocoran APBD terendus pada Jumat (24/4) saat tim jurnalisme melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek tersebut untuk melihat progres pengerjaan.
Di lokasi, terlihat sejumlah pekerja dan tim pengawas sedang melakukan tugas masing-masing. Pengawasan terhadap proyek ini dilakukan oleh pihak CV Putra Birrul Walidain selaku pelaksana.
Salah satu konsultan pengawas yang berinisial M, saat dikonfirmasi media ini, mengakui adanya kekeliruan atau kesalahan dalam penggunaan material agregat.
Menurutnya, terdapat bagian pekerjaan yang belum sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam kontrak. “Memang ada kesalahan pada agregatnya, dan nanti bagian yang tidak sesuai spek tersebut akan dibongkar,” ujarnya.
Namun, ia juga menyebutkan bahwa sebagian pekerjaan lainnya sudah dinilai sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan kontrak.
Ia mengklaim pencampuran antara Agregat B dan Agregat A sudah dilakukan sesuai ketentuan.
Menjadi Tanda Tanya Besar di Balik Rencana Pembongkaran ?
Meskipun rencana pembongkaran telah disampaikan, hal ini memunculkan pertanyaan besar, apakah bisa dibongkar material yang dianggap salah tersebut sudah terlanjur digelar dan terpasang dalam jarak yang cukup jauh, diperkirakan mencapai puluhan hingga hampir 100 meter…
Kwalitas bahan dan agregat yang tidak Sesuai, memicu ke khawatiran pada proyek yang berdampak serius, seperti, beresiko kecelakaan meningkat, Jalan cepat retak, bergelombang, atau berlubang, Umur jalan jauh lebih pendek dari standar
Pihak kontrol sosial berharap pada PPK dan Inspektorat terjun langsung agar mengkaji ulang secara serius, pengakuan konsultan M.
Bagaimana mungkin pekerjaan yang sudah selesai dikerjakan dalam jarak yang cukup panjang akan dibongkar kembali? Padahal, kegiatan rekonstruksi jalan seharusnya dilaksanakan dengan sangat teliti dan harus 100% sesuai dengan spesifikasi teknis sejak awal agar kualitas jalan terjamin dan anggaran tidak terbuang sia-sia. (Red)

