SERANG, Nodeal.id

– Proyek pembangunan Jaringan Perpipaan dan Sambungan Rumah (SR) SPAM Petir–Cikeusal, Kabupaten Serang, senilai sekitar Rp.6,84 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026, menuai sorotan.

Tim Nodeal.id menemukan sejumlah dugaan ketidaksesuaian teknis dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Kondisi tersebut dinilai perlu segera diverifikasi dan diaudit secara menyeluruh oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Banten selaku pihak terkait dalam pengawasan pelaksanaan proyek.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, tim Nodeal.id menemukan dugaan kedalaman galian pipa Sambungan Rumah (SR) yang perlu diverifikasi kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis dan dokumen kontrak.

Selain itu, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sejumlah titik pekerjaan juga dinilai belum maksimal.

Sorotan lainnya mengarah pada pekerjaan pembangunan reservoir. Berdasarkan keterangan pekerja di lokasi, jarak sengkang pembesian disebut direncanakan berukuran 15 x 15 sentimeter.

Namun, hasil pengukuran di lapangan menunjukkan jarak sengkang sekitar 20 x 20 sentimeter.

Perbedaan tersebut perlu mendapatkan pemeriksaan teknis dari konsultan pengawas dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) guna memastikan apakah pelaksanaan pembesian telah sesuai dengan gambar kerja, spesifikasi teknis, serta dokumen kontrak yang telah ditetapkan.

Selain persoalan pembesian, pemasangan waterstop pada sambungan beton juga menjadi sorotan.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, bagian waterstop diduga hampir seluruhnya tertanam dalam pengecoran.

Kondisi tersebut perlu diverifikasi secara teknis untuk memastikan pemasangan telah sesuai dengan metode pelaksanaan yang dipersyaratkan dan tetap dapat menjalankan fungsi sebagai penghambat rembesan air pada sambungan beton.

Sementara itu, pekerjaan urugan kembali pada jalur pipa juga dinilai belum rapi dan diduga belum dilakukan pemadatan secara maksimal menggunakan alat pemadat atau stamper.

Jika tidak dilakukan sesuai prosedur, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan penurunan tanah setelah pekerjaan selesai.Atas sejumlah temuan tersebut,

Nodeal.id mendorong BPPW Banten dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum untuk melakukan pemeriksaan dan audit teknis terhadap proyek SPAM Petir–Cikeusal.

Audit diperlukan untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi teknis, gambar kerja, metode pelaksanaan, serta dokumen kontrak.

Pemeriksaan juga penting untuk menjamin kualitas infrastruktur yang dibangun dengan menggunakan anggaran negara dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara optimal.

“Setiap proyek yang dibiayai APBN wajib memenuhi standar mutu dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jika terdapat dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan, maka harus dilakukan pemeriksaan secara profesional dan transparan agar kualitas pembangunan benar-benar terjamin serta tidak berpotensi merugikan keuangan negara maupun masyarakat,” ujar sumber.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih perlu memberikan penjelasan mengenai spesifikasi teknis proyek, hasil pengawasan lapangan, serta tindak lanjut atas dugaan ketidaksesuaian pekerjaan yang ditemukan.(Sul)