Serang, Nodeal.id
– Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gowok, Kecamatan Curug, Kota Serang, Encun Sunardi, akhirnya memberikan penjelasan terkait kondisi gerbang sekolah yang selalu terkunci rapat saat tim jurnalisme Nodeal.id menyambangi lokasi Rabu (22/7).
Penjelasan ini muncul menyusul pemberitaan mengenai proyek revitalisasi senilai Rp1,4 miliar yang masih serba misterius. Menurut Encun, praktik mengunci atau menggembok akses sekolah bukan hal baru dan tidak berkaitan dengan proyek revitalisasi.
“Dalam keterangan via chat Whasapp (23/7) Encun memaparkan, Klo masalah pintu gerbang digembok sejak saya menjadi kepala sekolah tahun 2020 sudah saya terapkan gerbang buka tutup,” ujarnya.
Ia menjelaskan mekanisme yang diterapkan: “Pukul 07.30 pintu gerbang ditutup, dibuka lagi pada saat siswa istirahat kemudian tutup lagi pukul 10.00, lalu dibuka lagi pada saat siswa pulang pukul 12.30. Setelah itu gerbang ditutup.”
Untuk tamu dinas maupun pihak lain yang ingin masuk, Encun menyebutkan wajib konfirmasi terlebih dahulu kepada penjaga sekolah atau dirinya.
Tujuan utama penerapan aturan ini, kata Encun, adalah untuk menanamkan kedisiplinan siswa serta meminimalisir sampah dari jajanan yang dibawa masuk. “Jadi sebelum ada program revitalisasi hal ini sudah saya lakukan,” tegasnya.
Namun, penjelasan tersebut belum mampu menjawab seluruh kejanggalan. Praktik menutup akses secara ketat dan hanya membuka bagi pihak yang dikoordinasikan sendiri oleh Kepsek justru memunculkan dugaan baru.
Masyarakat dan pengamat menilai ada kemungkinan kuat kebijakan ini sengaja diterapkan untuk menghalangi akses publik guna menyembunyikan sesuatu yang berindikasi ilegal atau tidak wajar di lingkungan sekolah.
Kebijakan ini semakin menguatkan dugaan bahwa pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan senilai Rp.1,4 miliar di sekolah tersebut berjalan tanpa transparansi.
Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai siapa pelaksana pekerjaan, rincian penggunaan dana, serta progres pembangunan fisik yang seharusnya sudah berjalan.
Redaksi Nodeal.id akan terus menelusuri kebenaran dugaan ini dan meminta penjelasan rinci dari Dinas Pendidikan Kota Serang serta aparat terkait guna memastikan tidak ada penyimpangan yang tertutup rapat di balik gembok sekolah. (Tim)

