Banten, Nodeal.id
Akui Penyedia Jasa memesan Karet Bendung Cibanten dari China, masyarakat Kota Serang akan kawal Pembangunan Bendung Karet Cibanten dengan anggaran Rp 23.998.628.004, dari pemberitaan media online Nodeal.id beberapa waktu yang lalu, bahwa konsultan pengawas pembangunan Bendung Karet Cibanten yaitu PT. Manggala Karya Bangun Sarana KSO CV. Cipta Suramadu Konsultan mengakui bahwa Karet Bendung Cibanten memesan dari negara China dan ini melanggar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), terang Hikmatullah kepada Nodeal.id.
” Penyedia Jasa (PJ) PT. Mitra Bahagia Utama telah melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 2018, Tentang Pemberdayaan Industri. Bila mana dalam pengadaan sudah melanggar aturan dan apalagi bahan tersebut merupakan bahan utama pembangunan Bendung Karet Cibanten apa lagi yang lain”, tegas Hikmatullah salah satu aktivis Pemerhati asal Kaujon Kota Serang, belum lama ini kepada Nodeal.id (24/10).
“Kita akan bawa berkas lapangan dan berita serta pernyataan konsultan yang membenarkan pesanan di pesan dari negara China kepada Dirjen Inspektorat Kementerian PUPR dalam waktu dekat ini, dimana Perencanaan yang dilakukan oleh BBWSC 3 Banten baik waktu dan anggaran sesuai dengan TKDN”, ucapnya.
Masih Kata Hikmatullah, kita melakukan pengawasan di saat pekerjaan, sehingga pihak kontraktor dan pengawas benar-benar bekerja sesuai dengan ketentuan yang ada. Dan jangan sampai setelah pekerjaan beres masyarakat serang dan pihak BBWSc 3 Banten yang kena masalah. Karena pekerjaan ada di Kota Serang, pukasnya.
Diberitakan sebelumnya Rehabilitasi Bendung Karet Cibanten yang saat ini sedang dalam pekerjaan menuai banyak kejanggalan dari kontrak seperti Hari Kerja, bahan dasar utama karet yang tidak memperhatikan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Hal tersebut diakui oleh Konsultan pengawas PT . Manggala Karya Bangun Sarana KSO CV Cipta SuramaduA@ Konsultan tanggal 7 Oktober 2026 saat Media Nodeal.id menyambangi lokasi Rehabilitasi Bendung Karet Cibanten.
Menurut Konsultan Pengawas bahan utama Bendung Karet Cibanten dipesan dari negara China yang akan datang pada tanggal 3 Desember 2026.
Sedangkan beton untuk memasang angkur akan di mulai bulan depan, ucapnya.
Dikonfirmasi terkait tidak adanya aktifitas yang kerja dan progres kerjaan, serta ada dan tidak ada deviasi Konsultan Pengawas menjawab, “bahwa untuk karyawan atau pekerja sadang di liburkan karena tidak ada kegiatan”, ujarnya.
“Sedangkan untuk deviasi aman pak sampei sekarang progres baru diviasi 1% “sambungnya.
Saat di konfirmas terkait isi Sandbag apalah tanah atau pasir, Konsultan Pengawas menjawab, bahwa Sandbag di isi dengan pasir”, tegasnya.
Dari pantauan media ini menduga pekerjaan tersebut tidak mungkin deviasi nya cuma 1%, karena pantauan di lapangan pekerjaan sudah berminggu
Minggu tidak ada kegiatan jadi, tidak mungkin progres nya naik sedangkan aitem apa yg di kerja kan tidak ada pekerjaan.
Media ini mencoba menghubungi Pejabat SNVT ATAB I BBWSC 3 melalui pesan singkat chat, namun lagi-lagi tidak di jawab hingga berita ini d turunkan.
Sementara itu terpisah Syamsul salah satu Pemerhati pembangunan yang turut serta mengawasi rehabilitasi Bendung Karet Cibanten mengatakan, ” Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum (Inspektorat Kementerian PU) harus segera sidak, dan Kita akan melaporkan ke Jakarta baik ke Kementerian PUPR dan Itjen Kementerian PU.
Pasalnya banyak kejanggalan dari perencanaan sampai pelaksanaan”, tegas nya.
Dalam papan informasi tercatat Rehabilitasi Bendung Karet Cibanteng, yang di kerjakan oleh SNVT Air Tanah dan Air Baku BBWSC 3 dengan penyedia jasa Kontraktor Pelaksana PT. Mitra Bahagia Utama dan Konsultan PT. Manggala Karya Bangun Sarana KSO CV. Cipta Suramadu Konsultan.
Dengan Nomor kontrak HK.02/KONS-Cibanten/BBWSC 3.3.11.2/202 Tanggal Kontrak 25 Juni 2026 dan Nilai Kontrak Rp 23.998.628.004 dengan waktu kerjaan 180 hari kalender .
” Dalam papan informasi waktu pelaksanaan mencapai 180 hati kalender ini berarti 6 bulan. Bila mana di mulai dari tanggal 25 juni ini berakhir kerjaan tanggal 25 Desember 2026. Ini jelas terlihat adanya dugaan permainan HOK, karena pekerjaan sudah libur saat ini”, ucapnya.
Kita akan ke Jakarta dalam waktu dekat ini, agar Itjen dan pihak Kementerian PUPR untuk sidak, pukasnya. (Red)
