Bogor, Nodeal.id
Salah satu rumah warga Kelurahan Ciparigi kondisinya hampir ambruk, dari pantauan nampak sebagian atap rumah sudah berjatuhan dan hampir mengenai sekeluarga, setiap hujan keluarga tersebut merasa tidak nyaman karena setiap hujan pasti rumahnya kebasahan dan khawatir ambruk, diketahui kerusakan rumah tersebut sudah dilaporkan ke pihak pemerintah setempat hingga setahun belum juga di Perbaiki.


Hasil konfirmasi kepada pemilik rumah, Ibu Eti Sudiati mengatakan, kerusakan rumah saya dimulai tahun 2025, awalnya kerusakan rumah saya adalah dari kerangka rumah sudah rapuh atau sudah busuk sehingga penyangga atap patah dan atapnya berjatuhan sebagian.

Kami menutupi pakai terpal dan kalau hujan tetap saja terpalnya tidak kuat menahan air, andai kami masih punya uang akan kami perbaiki, sudah berusaha pinjam uang kemana mana namun tidak ada yang memberikan pinjaman, mau dijaminkan SHM, namun kami masih bermasalah dengan Bank.

Sementara motor juga mau di jaminkan, yang ada bermasalah dengan Bank juga, bukannya kami tidak berusaha, ooh iya…kami sudah memohon ke Pemerintah hingga hampir setahun belum ada juga ada bantuan dari pemerintah, terakhir pihak Kelurahan dan Disperumkim datang kerumah dan hasilnya tetap saja mereka mengatakan kami adalah termasuk Persil 6 atau disebut orang mampu, kalau kami orang mampu ngapain saya biarkan rumah hampir ambruk, tetangga saya yang sebelah rumahnya hampir ambruk kenapa cepat di proses dan ditangani…ini namanya pilih kasih, ujarnya.


Tambahnya lagi, kami sangat kecewa dengan Pemkot Bogor, Staf kelurahan Ciparigi Ibu Lusiana dikonfirmasi mengatakan, memang benar hampir setahun pengajuannya, kami sudah survei ke lokasi dan kami sudah berkordinasi dengan pihak Dinas Perumkim, kalau ingin lebih jelasnya silahkan temuin pihak Perumkim, ujarnya.


Begitu juga Kabag Hukum Alma Wiranta mengatakan melalui Hp seluler, wah sudah hampir setahun Yach… kenapa hal ini tidak dimasukkan dalam rapat, permasalahan warga Ciparigi akan kami sampaikan kepada pihak Disperumkim supaya di tindaklanjuti, ungkapnya.


Ketua Bidang Investigasi DPP Perisai Hukum Hukum Masyarakat Indonesia (PHMI) mengatakan, kami sudah melayangkan surat kepada Walikota Bogor, supaya segera dibantu Ibu Eti Sudiati, kalau terjadi apa apa dengan keluarga mereka akibat dari ambruknya rumah tersebut berarti Walikota Bogor harus bertanggungjawab.

Sudah hampir setahun keluarga Eti Sudiati memohon ke Pemerintah namun sampai sekarang belum ada bantuan, kami sudah survei kelokasi keadaan rumah mereka sangatlah parah sebagian atap rumah sudah berjatuhan dan penyangga atap rumah sudah pada rapuh dan patah patah, diminta kepada Walikota Bogor segera memerintah Intansi terkait melakukan tindakan supaya rumahnya Eti sudiati tidak ambruk semuanya, dan tidak menelan korban, terangnya.


Diminta intansi terkait jangan berbelit Belit menyelesaikan permasalahan Rumah warga yang hampir ambruk semuanya dan jangan menunggu ada kejadian baru pada sibuk semuanya. (Tim)