Medan, Nodeal.id
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan terus memperluas ragam program pembinaan bagi warga binaan.
Tak hanya mengurus agenda administratif seperti Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan, pihak pengelola rutan kini memaksimalkan kegiatan yang menyentuh keterampilan, kerohanian, kesehatan, hingga kepedulian sosial.
Kepala Rutan Kelas I Medan ‘ Andi Surya’ menyatakan, seluruh rangkaian kegiatan ini disusun secara terpadu guna membekali warga binaan dengan bekal mental dan keterampilan yang memadai, sekaligus menjamin hak-hak dasar mereka terpenuhi selama masa penahanan. Latih Keterampilan Menjahit, Jalin Kerjasama Kampus
Melalui Seksi Kegiatan Kerja, warga binaan rutin mengikuti pelatihan menjahit dan tata busana.
Mereka diajarkan mulai dari pengoperasian mesin jahit hingga teknik memproduksi pakaian siap pakai secara mandiri.
Guna meningkatkan kualitas pembinaan, Rutan Kelas I Medan juga menjalin kerja sama dengan Universitas Harapan Medan. Kolaborasi ini dirancang agar metode pembinaan yang diterapkan tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja di masyarakat.
Pembinaan Kerohanian DioptimalkanAspek keagamaan pun mendapat porsi besar. Bagi warga binaan muslim, digelar pesantren kilat secara berkala bekerja sama dengan Pemuda Muhammadiyah Kota Medan.
Sementara bagi pemeluk agama lain, kegiatan kebaktian dan konseling mental terus dijalankan untuk mendukung proses pemulihan diri. Jaga Kesehatan Dan Perbaiki Lingkungan Pelayanan kesehatan pun berjalan rutin.
Tim medis Klinik Pratama Rutan Kelas I Medan secara berkala turun langsung ke paviliun untuk pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini penyakit, didukung dengan agenda olahraga bersama.
Kenyamanan lingkungan juga diperhatikan lewat Program CAIR. Petugas dan warga binaan bergotong royong memperbaiki saluran air serta membersihkan selokan agar tetap higienis dan bebas genangan.
Bakti Sosial Dan Komitmen Anti PungliRutan Kelas I Medan juga menyambangi masyarakat sekitar lewat aksi bakti sosial, menyalurkan bantuan bagi warga kurang mampu di lingkungan sekitar.
Pihak rutan juga rutin melaksanakan Survei Kepuasan Masyarakat dan Survei Persepsi Anti Korupsi.
Langkah ini diambil untuk menjamin layanan—termasuk layanan kunjungan keluarga—berjalan transparan, humanis, dan bebas dari pungutan liar.
(Tim)

